Cagar Biosfer di Indonesia

Sebuah Cagar biosfer didefinisikan sebagai suatu kawasan konservasi ekosistem daratan atau pesisir yang diakui oleh Program MAB - UNESCO untuk mempromosikan keseimbangan hubungan antara manusia dan alam. Cagar biosfer melayani perpaduan tiga fungsi yaitu :

  1. Kontribusi konservasi lansekap, ekosistem, jenis, dan plasma nutfah.

  2. Menyuburkan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan baik secara ekologi maupun budaya.

  3. Mendukung logistik untuk penelitian, pemantauan, pendidikan dan pelatihan yang terkait dengan masalah konservasi dan pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal, regional, nasional, maupun global. Kumpulan cagar biosfer di dunia membentuk Jaringan Cagar Biosfer Dunia, yang didalamnya dipromosikan program pertukaran informasi, pengalaman, dan personel terutama di antara cagar biosfer dengan tipe ekosisten yang sama dan atau dengan pengalaman yang sama dalam memecahkan masalah konservasi dan pembangunan.

Dengan demikian Jaringan Cagar Biosfer Dunia memberikan kontribusi yang sesuai dengan tujuan dari Agenda 21 dan Konvesi Keanekaragaman Hayati. CBD (Convention on Biological Diversity) sebagai hasil dari KTT Bumi 1992 (1992 United Nation Conference on Environment and Development).

Indonesia mempunyai 6 cagar biosfer, yaitu CB Cibodas (Taman Nasional Gede - Pangrango), CB Tanjung Puting, CB Lore Lindu, CB Komodo, CB Leuser, dan CB Siberut.

Pada tahap pertama, MAB - UNESCO meresmikan tiga taman nasional sebagai zona intinya (core zone) cagar biosfer pada tahun 1977, yaitu Taman Nasional Gunung Gede Pangrango/Cibodas (15.196 ha), Taman Nasional Tanjung Putting (415.040 ha), Taman Nasional Lore Lindu (229.000 ha), dan Taman Nasional Komodo (173.300 ha). Pada tahap kedua, Taman Nasional Gunung Leuser (792.675 ha) dan Pulau Siberut yang termasuk di dalamnya Taman Nasional Siberut (190.500 ha) diresmikan pada tahun 1981. Pada tahun 1989, atas usulan Panitia Nasional Warisan Dunia/ Pemerintah Indonesia, Taman Nasional Komodo pada tahun 1989 ditunjuk juga oleh UNESCO sebagai World Heritage Site atau Situs Warisan Dunia. Setelah lebih dari 20 tahun sejak penunjukan ke-enam cagar biosfer tersebut dirasakan sekali perlunya evaluasi dan pemutakhiran data. Apalagi di era reformasi dan otonomi daerah, banyak hutan dijarah, penebangan liar makin menjadi, dan batas wilayah konservasi tidak diakui. Degradasi ekosistem ini terjadi tidak hanya karena lemahnya penegakan hukum namun juga akibat kurang dipahaminya maksud dan tujuan pembangunan jangka panjang dan fungsi dari cagar biosfer. Peningkatan pemahaman dan kepedulian diperlukan baik bagi masyarakat tradisional yang hidup di sekitar dan di dalam hutan dan ekosistem lain maupun masyarakat moderen yang bermukim di perkotaan.


<< Kembali
Home|Tentang Kami|Cagar Biosfer| Kegiatan|Publikasi|Galeri |Download |Buku Tamu|Login

Link :   
Anda adalah pengunjung ke :  1437
PHP Warning: getimagesize(./images/foto_berita/admin-0015.jpeg) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in F:\Program Files\Ensim\WEBppliance\SiteData\Domains\mab-indonesia.org\ROOT\Inetpub\wwwroot\functions\berita.inc.php on line 27 PHP Warning: getimagesize(./images/foto_berita/admin-0013.jpeg) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in F:\Program Files\Ensim\WEBppliance\SiteData\Domains\mab-indonesia.org\ROOT\Inetpub\wwwroot\functions\berita.inc.php on line 27 PHP Warning: getimagesize(./images/foto_berita/admin-0011.jpeg) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in F:\Program Files\Ensim\WEBppliance\SiteData\Domains\mab-indonesia.org\ROOT\Inetpub\wwwroot\functions\berita.inc.php on line 27 PHP Warning: getimagesize(./images/foto_berita/admin-0010.octet-stream) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in F:\Program Files\Ensim\WEBppliance\SiteData\Domains\mab-indonesia.org\ROOT\Inetpub\wwwroot\functions\berita.inc.php on line 27